Drip Irrigation Tanaman Sayur Hidroponik

Drip Irrigation Tanaman Sayur Hidroponik – Apakah Anda tahu apa itu drip irrigation? Mungkin sebagian orang sudah tahu, tapi bagaimana dengan Anda yang tidak tahu apa itu drip irrigation? irrigation adalah suatu teknik membudidayakan hidroponik dengan menggunakan cara irigasi tetes. Irigasi tetes tersebut digunakan untuk mengalirkan air pupuk pada tiap-tiap tanaman.

Cara irigasi tetes adalah dengan mengaliri air dengan menggunakan selang pelastik. Pengaliran ini harus dilakukan secara terus-menerus. Hal tersebut dilakukan supaya tanaman dapat hidup dengan subur.

Prinsip seperti ini biasanya dilakukan oleh petani yang kekurangan lahan untuk bercocok tanam dan petani yang tidak mempunyai cukup moda untuk melakukan teknik hidroponik lainnya.Drip Irrigation Tanaman Sayur Hidroponik

Advertisements

Manfaat dan kegunaan Drip Irrigation Hidroponik

Dari sekian banyak teknik hidroponik portabel yang ada, bisa dikatakan bahwa drip irrigation merupakan satu-satunya teknik yang paling mudah. Selain mudah, teknik ini juga sangat murah dan cocok bagi petani hidroponik yang tidak memiliki modal yang besar untuk membuat hidroponik.

Lantas, bagaimana cara kerja dari teknik drip irrigation ini? Cara kerjanya adalah mengalirkan air pupuk dengan cara mengalirkannya menggunakan selang plastik secara terus-menerus. Nantinya air pupuk akan diserap oleh akar tanaman serta masuk melalui celah-celah tanaman yang ada.

Air pupuk yang digunakan pada teknik ini tidak terlalu banyak daripada air pupuk yang digunakan pada teknik NFT.

Seperti yang telah disebutkan di atas, teknik ini lebih murah karena air pupuk ynag digunakan tidak perlu sebanyak pada teknik lainnya yang mengaharuskan mengalirkan air pupuk yang begitu banyak.

Advertisements

Drip Irrigation Tanaman Sayur Hidroponik

Menggunakan teknik drip irrigation ini mempunyai dampak positif dan negatifnya. Untuk dampak positifnya sendiri adalah harganya yang lebih murah karena air pupuk yang digunakan lebih sedikit.

Sedangkan dampak negatifnya adalah karena air pupuk yang digunakan hanya sedikit, mengakibatkan kurangnya oksigen pada area sekitar perakaran.

Kurangnya oksigen mengakibatkan tanah menjadi tidak gembur lagi atau menjadi padat. Tanah yang tidak gembur lagi akan mengurangi oksigen yang masuk.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi supaya tanah tetap gembur dan oksigen di area perakaran tetap terpasok serta tidak kekurangan, Anda harus di kontrol setiap harinya. Pengontrolan yang dilakukan secara rutin akan membuat tanaman menjadi tumbuh dengan subur dan baik.

Membuat instalasi dalam teknik ini tidaklah sesulit apa yang Anda bayangkan. Selain itu, harga dari bahan-bahan untuk membuat instalasi ini pun tidak terlalu mahal.

Bahan yang diperlukan hanyalah bak penampungan yang berukuran 44 cm x 74 cm x 26 cm, pot plastik yang berukuran 16 cm, Dop 0,7 inci, pompa air yang biasa digunakan untuk akuarium, media tanam, pipa PVC dengan ukuran 0,7 inci, serta selang plastik yang berukuran 6 mm.

Jika semua bahan tersebut sudah Anda dapatkan, maka kemudian gabungkanlah semua bahan tersebut. Cara menggabungkannya adalah sebagai berikut:

  • Bak penampungan yang telah disediakan tadi, kemudian dilubangi dengan banyak lubang kira-kira 5 – 6 lubang. Ukuran lubangnya adalah 14 cm.
  • Buat pula satu lubang lagi dengan ukuran 4 cm saja yang nantinya akan digunakan untuk memasang pipa PVC yang telah disediakan.
  • Pada pipa PVC, buatlah lubang sebanyak 5-6 buah (sesuai dengan lubang yang dibuat pada bak penampungan).
  • Setelah itu pasanglah selang plastik kesemua lubang yang telah dibuat pada pipa PVC.
  • Masukkan pompa ke dalam bak penampungan untuk kemudian dipasang pipa PVC.
Advertisements
Drip Irrigation Tanaman Sayur Hidroponik | Penulis | 4.5