Floating Sistem Langkah Membuat Hidroponik

Floating Sistem Langkah Membuat Hidroponik – Floating sistem merupakan salah satu teknik dalam menanam hidroponik portabel. Bisa dikatakan bahwa floating sistem merupakan satu-satunya teknik yang tidak membutuhkan biaya yang mahal seperti teknik-teknik lainnya yang membutuhkan biaya mahal.

Cara kerja dari floating sistem adalah menyuplai oksigen dengan cara memakai pompa udara. Pompa udara yang digunakan juga tidak memakai watt yang tinggi.

Advertisements

Ingatlah, floating sistem sistemnya menggunakan pompa udara, bukanlah pompa air. Pompa udara dinilai memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri dibandingkan dengan pompa air.Floating Sistem Langkah Membuat Hidroponik

Kelebihan dari pompa udara adalah tanaman dapat tumbuh dengan cepat tetapi tidak kekurangan oksigen maupun nutrisi. Pasokan dari oksigen dan nutrisi dapat terpenuhi dengan sempurna dan tidak kekurangan walaupun hanya menggunakan pompa udara.

Kelebihan hidroponik  Floating sistem

Bahan-bahan yang digunakan untuk teknik ini juga muran dan terjangkau. Karena itulah teknik ini dikatakan teknik yang paling muurah dari teknik-teknik lainnya di hidroponik portabel. Selain itu, cara pembuatan instalasi, cara menanam juga mudah dilakukan.

Lantas, bagaimana cara pembuatan instalasi, dan cara menanam teknik floating sistem? berikut ini akan dijelaskan cara pembuatan instalasi, cara menanam dan cara memelihara.

Pembuatan instalasi floating sistem

Instalasi floating sistem dapat dipindah-pindahkan dari tempat satu ke tempat lainnya. Bentuknya yang mungil yang membuatnya dapat dipindah-pindahkan kemana-mana sesuai dengan keinginan.

Advertisements

Seperti membuat instalasi floating sistem ini sama seperti teknik lainnya yang menggunakan bak penampung sebagai media utamanya.

Membuat instalasi floating sistem menggunakan beberapa bahan-bahan tertentu yang nantinya akan dirangkai menjadi satu dan membentuk instalasi yang digunakan untuk menanam tanaman.

Bahan-bahan tersebut diantaranya adalah:

  1. Rockwool (sesuai dengan kebutuhan).
  2. Pompa udara atau yang sering disebut dengan aerator beserta dengan batu aerator.
  3. Selang plastik.
  4. Bak penampungan dengan ukuran 78 cm x 48 cm x 30 cm.
  5. Dan yang terakhir netpot.
  6. Penutup bak penampungan.

Jika semua bahan-bahan tersebut telah disediakan, kini saatnya menyatukan semua bahan yang ada. Cara merangkainya adalah sebagai berikut:

  • Siapkan penutup bak penampungan. Setelah itu barulah lubangi menggunakan bor. Lubang ynag dibuat kira-kira berdiameter 7 cm. Penutup bak penampungan bisa dilubangi sebanyak 34 buah lubang untuk ukuran bak penampungan seperti yang telah disebutkan di atas.
  • Setelah itu, batu aerator disambungkan dengan selang plastik yang sudauh dirangkai dengan aerator dan kemudian batu aerator, selang plastik, beserta aerator tersebut dimasukkan ke dalam bak penampungan yang telah dimasukkan air.
  • Setleah itu barulah tanaman bisa dimasukkan ke dalam lubang-lubang yang telah ada.

Cara menanam Sayur Hidroponik Floating sistem

Menanam tanaman pada floating sistem juga ada cara-cara tersendiri. Cara-caranya adalah sebagai berikut:

  • Sediakan air beserta pupuk.
  • Setelah itu, campur antara air beserta pupuk hingga benar-benar larut dan tidak ada lagi butiran dari sisa pupuk yang belum hancur.
  • Masukkan air pupuk ke dalam bak penampungan hingga seperempat dari bak penampungan.
  • Setelah itu, rockwol yang telah disediakan kemudian dimasukkan ke dalam tanaman yang ingin ditanam.
  • Setelah itu batulah tanaman beserta rockwol dimasukkan ke dalam netpot.
  • Selanjutnya barulah netpot yang telah berisi tanaman dimasukkan ke dalam lubang pada tutup penampungan hingga lubang tersebut terisi penuh dengan tanaman,
  • Hidupkan aerator dengan watt yang kecil saja.
Advertisements
Floating Sistem Langkah Membuat Hidroponik | Penulis | 4.5