Kualitas Bibit Anggrek Hasil kultur Jaringan

Kualitas Bibit Anggrek Hasil kultur Jaringan – Apa itu teknik kultur jaringan? Bagi para petani modern pasti sudah tahu apa itu kultur jaringan. Kultur jaringn merupakan cara menumbuhkan jaringan seperti akar, daun, batang, mata tunas, embrio, dan bibit pada media buatan atau alat khususnya yang bebas mikroorganisme. Apakah memperbanyak tanaman anggrek dengan menggunakan teknik kultur jaringan ini memiliki berbagai keunggulan?

Ya, memperbanyak tanaman anggrek dengan menggunakan teknik kultur jaringan memang memiliki keunggulan. Namun, apabila orang yang menggunakan teknik kultur jaringan ini pandai mengoperasikannya.

Advertisements

Memperbanyak tanaman anggrek dengan menggunakan kultur jaringan ini tidaklah mudah. Ketika Anda ingin menggunakan teknik kultur jaringan, maka Anda harus mengetahui segala hal tentang teknik kultur jaringan ini.Kualitas Bibit Anggrek Hasil kultur Jaringan

Kualitas Bibit Anggrek Hasil kultur Jaringan

Apabila Anda tidak pandai menggunakan teknik kultur jaringan ketika sedang memperbanyak tanaman anggrek, maka akan muncul masalah-masalah yang mungkin tidak bisa teratasi. Salah satu masalah yang sering muncul ketika sedang menggunakan teknik kultur jaringan untuk memperbanyak anggrek adalah seringnya dijumpai plantlet dalam botol mengandung banyak air serta berwarna hijau pucat dan transpran.

Masalah tersebut sering kali muncul. Lantas, apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi masalah seringnya dijumpai plantlet dalam botol mengandung banyak air serta berwarna hijau pucat dan transparan? Penyebab dari masalah tersebut adalah kelembapan yang ada di dalam botol terlalu tinggi. Seharusnya kelembapan di dalam botol harus stabil. Penyebab lainnya adalah intensitas cahaya terlalu rendah.Baca Juga Mengenal Jenis Dan Karakter Anggrek Berkualitas

Advertisements

Dan cara mengatasi masalah tersebut adalah lebih meningkatkan lagi intensitas cahaya matahari yang masuk dan menambahkan bahan pemadat. Kegunaan bahan pemadat ini adalah agar kepekatan media lebih bertambah lagi.

Masalah kedua yang sering muncul ketika sedang memperbanyak tanaman anggrek adalah banyak tanaman anggrek yang busuk dan bahkan mati saat keluar dari botol. Ketika melakukan perbanyakan tanaman anggrek dengan menggunakan teknik kultur jaringan banyak muncul masalah-masalah dan yang paling sering terjadi adalah masalah yang satu ini.

Lantas, bagaimana cara mencegah kebusukan yang terjadi pada tanaman anggrek ketika sudah keluar dari botol? Untuk mendapatkan tanaman anggrek yang tidak busuk caranya adalah dengan menjaga tempat pertanaman plantlet. Ketika keluar dari botol, keadaan plantlet haruslah dijaga. Cara menjaganya adalah dengan menjaga kelembapan, menjaga suhu, dan memberikan naungan.

Kelembapan yang disarankan adalah 75%. Dan suhu yang disarankan adalah 28 derajat celcius. Untuk apa plantlet diberi naungan? Tujuan pemberian naungan adalah untuk mengurangi cahaya yang masuk dan mengurangi air hujan yang masuk ke plantlet tersebut.

Selain itu, ketika plantlet dikeluarkan dari botol dan masuk ke media semi-steril, plantlet haruslah dalam keadaan bersih atau steril. Cara membersihkan plantlet adalah sebagai berikut.

  • Ketika dikeluarkan dari botol kultur, plantlet harus dibersihkan dari sisa-sisa media yang melekat pada plantlet tersebut dengan cara dicuci dengan menggunakan air bersih.
  • Celupkan sekilas plantlet yang telah bersih secara keseluruhan di dalam larutan fungisida dengan dosis yang telah dianjurkan.
  • Angkat dan letakkan plantlet tersebut di atas kertas koran. Tujuannya agar air bekas larutan fungisida tersebut terserap oleh koran.

Demikian Cara serta teknik kultur jaringan yang bisa anda lakukan.memang tata cara pembibitan kultur jaringan sedikit lebih sulit dan bisa di katakan ribet,namun hasil bibit akhir yang akan anda dapatkan lebih berkualitas unggul.baca juga 3 Cara Pembibitan Anggrek Secara Moderen

Advertisements
Kualitas Bibit Anggrek Hasil kultur Jaringan | Penulis | 4.5